
Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) mengirimkan Wakil Rektor II, Dr. Suhardin, M.Pd., sebagai peserta Leadership Training XII PTMA di Yogyakarta sebagai wujud komitmen memperkuat kepemimpinan dan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan.
YOGYAKARTA — Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan kepemimpinan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) melalui penyelenggaraan Leadership Training (LT) Angkatan XII.
Kegiatan yang berlangsung pada 13–18 Juli 2026 di Prime Hotel Convention & Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini diikuti oleh 51 pimpinan perguruan tinggi dari berbagai PTMA di seluruh Indonesia.
Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) turut berpartisipasi dalam Leadership Training (LT) Angkatan XII dengan mengirimkan Wakil Rektor II, Dr. Suhardin, M.Pd. sebagai peserta. Keikutsertaan Dr. Suhardin dalam pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen UMBARA untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, adaptif, serta berorientasi pada kemajuan.
Sebagai agenda strategis yang rutin digelar sejak 2018, pelatihan ini dirancang untuk membekali para pimpinan kampus dalam menghadapi dinamika internal sekaligus tantangan global yang kian kompleks. Tema yang diusung tahun ini bertajuk "Kepemimpinan Berkemajuan untuk PTMA Unggul, Adaptif, Berdampak, dan Berkelanjutan."
Melalui kegiatan ini, Dr. Suhardin berkesempatan memperluas wawasan kepemimpinan, memperkuat jejaring dengan pimpinan PTMA dari berbagai daerah, serta memperoleh berbagai materi strategis yang relevan dengan pengembangan institusi pendidikan tinggi di era perubahan yang semakin dinamis. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat menjadi bekal dalam mendukung transformasi dan penguatan tata kelola Universitas Muhammadiyah Bogor Raya menuju perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji, menekankan pentingnya transformasi pola pikir di lingkungan PTMA. Ia mengajak seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah untuk mengembangkan etos swasta yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, serta meninggalkan pendekatan birokratis yang kaku.
"Semua kemajuan, baik sains, seni, maupun teknologi, selalu digerakkan oleh swasta termasuk Muhammadiyah," tegasnya.
Puncak pembukaan Leadership Training XII diisi dengan amanat Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menekankan pentingnya leader mentality bagi seluruh peserta.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya menjalankan rutinitas organisasi, tetapi harus mampu menghadirkan terobosan strategis yang membawa kemajuan tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Persyarikatan.
"Tugas pemimpin bukan hanya merawat apa yang sudah ada, tetapi berani melakukan terobosan-terobosan strategis untuk membawa kemajuan tanpa mencabut akar nilai yang kita miliki," ujarnya.
Dalam arahannya, Haedar juga memaparkan lima dimensi visi strategis pengembangan PTMA, yaitu penguatan konsep dan norma gerakan, pembenahan organisasi, perluasan jejaring (networking), mobilisasi sumber daya, serta komitmen terhadap keunggulan perguruan tinggi.
Kelima aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong PTMA menjadi institusi pendidikan yang unggul, berdaya saing, sekaligus berakar pada nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Ia berharap Leadership Training XII mampu menghidupkan kembali tradisi berpikir dan pencerahan di lingkungan Muhammadiyah.

