
Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media Universitas Muhammadiyah Bogor Raya menggelar academic sharing session bersama Lembaga Sensor Film Republik Indonesia guna memperkuat kurikulum dan pengembangan pendidikan film serta media yang selaras dengan kebutuhan industri kreatif nasional.
Bogor β BOGOR β Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media (KFTM) Universitas Muhammadiyah Bogor Raya menyelenggarakan kegiatan akademik secara daring melalui Zoom pada Kamis, 14 Mei 2026. Kegiatan bertajuk βSilaturahim (Online) Akademik Program Studi Kajian Film, Televisi dan Media bersama Lembaga Sensor Film Republik Indonesiaβ ini menghadirkan jajaran narasumber dari Lembaga Sensor Film Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan kurikulum dan pengembangan akademik program studi.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr. Naswardi, MM, ME. (Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia), Hadi Artomo, S.Sn., M.Sn (Ketua Subkomisi Penyensoran (LSF RI), dan Titin Setiawati, S.IP., M.I.Kom (Ketua Subkomisi Sosialisasi (LSF RI). Academic sharing session ini menjadi ruang diskusi antara dunia akademik dan lembaga perfilman nasional dalam membahas pengembangan pendidikan film dan media yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini.
Dalam sambutan pengantarnya, Rudi Haryono, S.S., M.Pd selaku Dekan Fakultas Sains, Teknologi dan Komunikasi menyampaikan bahwa maksud dan tujuan acara tersebut untuk silaturahim, mendengarkan masukan dari Lembaga Sensor Film Republik Indonesia untuk konsep muatan kurikulum, metode pembelajaran dan lain-lain pada program studi kajian film, televisi dan media.
Kepala Program Studi Kajian Film, Televisi dan Media Cahyo Wibowo, M.I.Kom memaparkan arah pengembangan akademik program studi melalui penjelasan mengenai struktur kurikulum, visi, misi, dan tujuan program studi. Pemaparan terPemaparan tersebut menegaskan komitmen program studi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri kreatif. Kurikulum disusun untuk memberikan keseimbangan antara penguasaan teori, keterampilan praktis, dan kemampuan riset. Program studi ini tidak hanya menyiapkan mahasiswa untuk bekerja di industri film dan media, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan berpikir kritis, etis, dan inovatif agar mampu berkontribusi dalam perkembangan budaya dan masyarakat digital. Dengan struktur kurikulum yang terintegrasi, visi yang jelas, serta tujuan yang terarah, Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media diharapkan menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan film dan media yang mampu melahirkan lulusan berkualitas dan siap menghadapi tantangan global.
Dalam sesi pemaparannya Dr. Naswardi, MM, ME. (Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia) menjelaskan bahwa sektor industri film memiliki potensi besar karena setiap tahun mampu menyerap sekitar 500 ribu tenaga kerja. Oleh karena itu, kampus perlu menyesuaikan profil lulusan dengan kebutuhan industri. Selain produksi film, distribusi film dan pengarsipan film juga menjadi prioritas pengembangan pemerintah dalam membangun ekosistem perfilman nasional.
Penguatan ekosistem tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan perfilman, workshop, dan pengembangan jaringan distribusi. Dalam pemaparan juga disebutkan bahwa data sensor film tahun 2024β2025 mengalami peningkatan signifikan dengan total 167 produksi film dari 33 negara.
Pada kesempatan yang sama Hadi Artomo, S.Sn., M.Sn (Ketua Subkomisi Penyensoran (LSF RI), menerangkan bahwa perkembangan pendidikan sinematografi dan film televisi sejak tahun 1974. Perkembangan teknologi dari analog menuju digital memang mempermudah proses produksi film, namun juga meningkatkan tuntutan standardisasi digital, termasuk pemanfaatan studio sesuai kebutuhan produksi.
Sementara itu, Titin Setiawati, S.IP., M.I.Kom (Ketua Subkomisi Sosialisasi (LSF RI) menekankan bahwa praktik berkelanjutan dalam Program Studi KFTM sangat penting untuk mendukung kualitas mahasiswa. Menurut beliau, fasilitas laboratorium menjadi kebutuhan vital dalam pembelajaran perfilman dan media.

