Senin - Jumat: 07:00 - 15:00
BerandaBerita Terkini

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)

Lihat Selengkapnya →

Fakultas Kesehatan dan Olahraga

Lihat Selengkapnya →

Fakultas Sains, Teknologi, dan Komunikasi

Lihat Selengkapnya →

Sekolah Pascasarjana

Lihat Selengkapnya →
Berita 16 May 2026 83 Pembaca 3 Menit Baca

Kuliah Dosen Tamu Program Studi Ilmu Komputer UMBARA “Dari Konsep ke Aplikasi: Pengalaman Nyata Mengembangkan Mobile App di Dunia Industri”

Humas UMBARA

Humas UMBARA

Humas

Kuliah Dosen Tamu Program Studi Ilmu Komputer UMBARA  “Dari Konsep ke Aplikasi: Pengalaman Nyata Mengembangkan Mobile App di Dunia Industri”

Program Studi Ilmu Komputer UMBARA menggelar Kuliah Dosen Tamu bersama praktisi PERURI, Saeful Bahri, untuk membahas pengalaman nyata pengembangan mobile app dan kesiapan menghadapi industri digital.

Bogor — Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Sains, Teknologi dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Dosen Tamu dengan tema “Dari Konsep ke Aplikasi: Pengalaman Nyata Mengembangkan Mobile App di Dunia Industri”. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri sekaligus Senior Fullstack Developer dari Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI), yaitu Saeful Bahri.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Sains, Teknologi dan Komunikasi, Dr. (cand.) Rudi Haryono, S.S., M.Pd., serta Ketua Program Studi Ilmu Komputer, Dede Latipah, M.Kom. Kegiatan ini dimoderatori oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer.

Dalam pemaparannya, Saeful Bahri membagikan pengalaman lebih dari 11 tahun di bidang IT dan software development, khususnya dalam pengembangan aplikasi mobile dan sistem digital di lingkungan industri dan enterprise. Saat ini beliau juga aktif sebagai Mobile Developer di PERURI dan mahasiswa Magister Sistem Informasi di Telkom University Bandung.

Materi yang disampaikan tidak hanya membahas aspek teknis pengembangan aplikasi mobile, tetapi juga perjalanan karier dan motivasi bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia teknologi. Narasumber menjelaskan bahwa banyak mahasiswa sering merasa bingung memulai belajar coding, takut gagal, atau minder ketika menghadapi error. Namun, menurutnya, programmer hebat lahir dari rasa penasaran dan keberanian untuk terus mencoba.

Pada sesi berikutnya, peserta diajak memahami realita dunia teknologi yang terus berkembang. Narasumber menekankan pentingnya kemampuan belajar, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat. Ia menyampaikan bahwa teknologi akan terus berubah, tetapi semangat belajar tidak boleh berhenti.

Mahasiswa juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya mobile application dalam kehidupan modern. Dijelaskan bahwa sebuah aplikasi mobile bukan hanya soal tampilan antarmuka, tetapi melibatkan backend, API, database, security, hingga cloud computing sebagai bagian dari ekosistem teknologi yang saling terhubung.

Selain itu, narasumber menjelaskan perbedaan pengembangan aplikasi Android dan iOS, termasuk penggunaan bahasa pemrograman Kotlin/Java pada Android serta Swift/Object-C pada iOS. Peserta juga diperkenalkan dengan arsitektur pengembangan aplikasi mobile yang umum digunakan di industri, seperti konsep MVVM dalam pengembangan aplikasi modern.

Dalam pembahasan proses pengembangan aplikasi, mahasiswa diperlihatkan alur transformasi sebuah ide menjadi produk digital yang siap digunakan pengguna. Tahapan tersebut meliputi ide, desain, development, testing, deployment, hingga maintenance aplikasi.

Saeful Bahri juga menekankan pentingnya kombinasi hard skill dan soft skill di dunia kerja. Hard skill seperti mobile development, API integration, database, cloud deployment, dan security perlu diimbangi dengan kemampuan komunikasi, teamwork, problem solving, leadership, responsibility, dan time management. Menurutnya, industri saat ini lebih membutuhkan “problem solver” dibanding sekadar “coder”.

Dalam sesi berbagi pengalaman industri, narasumber menceritakan berbagai tantangan nyata yang dihadapi developer, seperti deadline ketat, bug, server down, revisi mendadak, hingga tekanan dari pengguna. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa teknologi bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang proses memperbaiki secara terus-menerus.

Topik keamanan digital juga menjadi perhatian utama dalam kuliah tamu ini. Narasumber menjelaskan pentingnya security dalam pengembangan aplikasi, terutama dalam menjaga data pengguna seperti password, identitas, dan transaksi melalui penerapan authentication, encryption, dan API security.

Menjelang akhir sesi, mahasiswa diberikan motivasi untuk tidak takut gagal dan terus belajar. Narasumber menegaskan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran dan perkembangan diri. Peserta juga diajak melihat peluang besar di masa depan teknologi, khususnya pada bidang Artificial Intelligence, Cyber Security, Mobile Engineering, Cloud Computing, Blockchain, dan Internet of Things.

Sebagai penutup, Saeful Bahri mengajak mahasiswa untuk mulai membangun portofolio, aktif belajar, konsisten berlatih, serta memperluas networking sejak dini agar siap menghadapi kebutuhan industri digital di masa depan. Ia juga memberikan pesan inspiratif agar mahasiswa terus berkembang, tidak takut mencoba, dan menjadi kebanggaan bagi orang tua melalui karya dan prestasi mereka.

Kegiatan kuliah dosen tamu ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis, motivasi, serta gambaran nyata mengenai dunia kerja di bidang teknologi informasi, khususnya pengembangan aplikasi mobile, sehingga mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan industri digital yang terus berkembang.

Bagaimana reaksi Anda?

Bagikan Artikel