
Kegiatan Literasi Keuangan "SMARTUARY" disambut antusias pada hari pertama pelaksanaan di SMK Muhammadiyah 06 Leuwiliang...

KAB. BOGOR, 23 Juli 2026 - Di era disrupsi saat ini, pemahaman mengenai literasi keuangan merupakan life skill yang sangat krusial bagi generasi muda. Menyadari pentingnya edukasi sejak bangku sekolah, HIMA SATRIA baru saja menyelenggarakan program bertajuk "Smartuary" yang menargetkan siswa-siswi tingkat SMK dan SMA Muhammadiyah.
Kegiatan ini lahir dari kegelisahan bahwa ilmu aktuaria sering kali dianggap sebagai bidang yang sangat eksklusif dan rumit. Padahal, prinsip-prinsip aktuaria—yang melibatkan manajemen risiko dan pengelolaan keuangan jangka panjang—sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Program Smartuary dirancang untuk membedah kompleksitas ilmu aktuaria menjadi konsep yang aplikatif dan mudah dimengerti. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa serta dosen Aktuaria memperkenalkan aktuaria melalui dua pilar utama yang sangat dekat dengan kehidupan remaja. Selain memberikan edukasi finansial, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan profesi aktuaris kepada para siswa. Banyak siswa SMK Muhammadiyah 6 yang belum mengetahui bahwa Indonesia masih membutuhkan lebih banyak tenaga ahli di bidang manajemen risiko dan aktuaria. Dengan pendekatan yang interaktif, Smartuary diharapkan dapat membuka wawasan siswa mengenai jenjang karier di masa depan.
Siswa siswi dari SMK Muhammadiyah 6 Leuwiliang pun antusias dalam memahami pemaparan materi yang di berikan,
Antusiasme yang ditunjukkan oleh para siswa selama kegiatan berlangsung menjadi bukti bahwa edukasi yang tepat dapat mengubah persepsi mengenai ilmu yang dianggap sulit menjadi sesuatu yang menarik dan bermanfaat.
Kegiatan Smartuary ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Ke depannya, HIMA SATRIA berharap dapat terus berkolaborasi dengan berbagai sekolah untuk memperluas jangkauan literasi aktuaria, membangun fondasi keuangan yang kuat bagi generasi penerus bangsa, sekaligus mencetak minat calon-calon aktuaris masa depan.
Penulis: Irna Dwi Gusti

