Senin - Jumat: 07:00 - 15:00
BerandaBerita Terkini

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)

Lihat Selengkapnya →

Fakultas Kesehatan dan Olahraga

Lihat Selengkapnya →

Fakultas Sains, Teknologi, dan Komunikasi

Lihat Selengkapnya →

Sekolah Pascasarjana

Lihat Selengkapnya →
Berita 20 May 2026 72 Pembaca 1 Menit Baca

UMBARA Apresiasi Penetapan Hari Tatar Sunda sebagai Momentum Pelestarian Budaya dan Identitas Sunda

Humas UMBARA

Humas UMBARA

Humas

UMBARA Apresiasi Penetapan Hari Tatar Sunda sebagai Momentum Pelestarian Budaya dan Identitas Sunda

UMBARA mengapresiasi penetapan Hari Tatar Sunda oleh Pemprov Jawa Barat sebagai momentum pelestarian budaya, sejarah, dan identitas Sunda bagi generasi muda.

Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda yang diatur dalam Pergub Jabar No. 13 Tahun 2026. Peringatan ini berbeda dengan Hari Jadi Provinsi (19 Agustus) dan difokuskan murni untuk merawat akar sejarah, identitas, serta nilai-nilai budaya Sunda di masyarakat. Milangkala Tatar Sunda “Nyuhun Buhun, Nata Nagara”. Kirab Budaya “Mahkota Ajeg Ki Sunda” dan Peuting Munggaran menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas budaya Sunda melalui rangkaian prosesi budaya yang melibatkan berbagai unsur seni tradisional dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat serta kesenian tamu dari berbagai provinsi di Indonesia.

Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, H. Naufal, yang ditemui di Bandung, Minggu (17/5), mengatakan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan semangat menjaga, melestarikan, dan mengenalkan budaya Sunda kepada generasi muda terus tumbuh, sekaligus mempererat persatuan melalui keberagaman seni dan budaya Nusantara.

Sebagai penutup rangkaian Milangkala Tatar Sunda, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Peuting Munggaran, pertunjukan drama kolosal. Pertunjukan ini diselenggarakan sebagai bagian dari Hari Jadi Tatar Sunda. Drama kolosal ini mengusung tema "Tak tentang keruntuhannya, tentang kebangkitannya kembali". Kegiatan yang digelar di halaman Gedung Sate Kota Bandung, Minggu 17 Mei 2026, bukan hanya pertunjukan yang menarik, tetapi juga menghadirkan perpaduan seni, budaya, musik dan drama dalam satu panggung megah yang menggambarkan nilai-nilai serta keagungan budaya Sunda. Disuguhkan oleh deretan seniman dan musisi ternama seperti Sudjiwo Tejo, Happy Salma, Hetty Koes Endang, Ohang, Inaya Wahid, Dira Sugandi, hingga Trie Utami.

Selain pertunjukan seni, acara ini juga menjadi momentum penting dalam pelestarian nilai-nilai budaya Sunda melalui penyerahan buku ensiklopedia Ki Sunda kepada Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Buku ini disusun oleh tim yang diketuai oleh Bagus Muljadi, Assistant Professor, Faculty of Engineering, University of Nottingham. Ensiklopedia ini mencakup filosofi alam, manusia dan teknologi, serta menekankan konsep Tritangtu Silih Asah Silih Asih Silih Asuh yang tidak hanya memuat konsep interaksi dengan manusia, tapi juga dengan alam.

Direktur Pusat Studi Budaya Sunda Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Ambu Meita, mengatakan bahwa ia mengapresiasi Gubernur Jawa Barat beserta seluruh jajaran yang telah menghadirkan kegiatan seperti ini sebagai ruang untuk menjaga dan mengenalkan budaya Sunda kepada generasi muda. Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga bagian dari identitas dan karakter bangsa yang harus terus kita rawat bersama-sama.

Merawat budaya bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjaga arah masa depan.

Bagaimana reaksi Anda?

Bagikan Artikel